Selasa, 29 November 2016

keluarga sebagai aktor utama dalam menjaga ketahanan Nasional



KELUARGA SEBAGAI AKTOR UTAMA  DALAM MENJAGA KETAHANAN NASIONAL

            secara sosiologis keluarga merupakan lembaga sosial dasar dari semua lembaga sosial lain yang berkembang. Dalam masyarakat manapun di dunia, keluarga merupakan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kehidupan individu.  keluarga merupakan pilar utama dalam menentukan ketahanan nasional, dikarnakan ketahanan nasional merupakan kekuatan suatu bangsa karena memiliki SDM yang beridentitas atau berkarakter tertentu yang mampu mencapai cita-cita bangsa dan negara. keberadaan SDM tersebut berasal dari suatu lembaga sosial dasar dari semua lembaga sosial lainnya  yang berkembang yaitu keluarga.

            ketahanan nasional dalam era globalisasi
di era globalisasi, ketahanan nasional terancam, karena tergerus dengan nilai-nilai liberalisme, kerapuhan dan malapetakah  telah mengancam keluarga indonesia. banyak kasus kekerasan  keluarga yang skarang ini terjadi. keharmonisan dalam rumah tangga pun tidak lagi dirasakan yang artinya bahwa banyak berita sehari-hari mengenai ketidakharmonisan rumah tangga, bahkan perceraian sering kali tidak bisa dihindari. di era globalisasi ini perceraian menjadi suatu tren  yang terus meningkat sehingga  indonesia menempati ranking teratas dengan jumlah perceraian tertinggi di dunia dalam tahun terakhir ini. setidaknya 40 kasus perceraian terjadi dalam setiap jamnya.dari data tersebut juga terungkap bahwa sejumlah 70,5 %  adalah gugat cerai dan angka cerai talak adalah 29,5% terus meningkatnya kasus perceraian tentu berdampak besar bagi masa depan bangsa ini.

            Seperti dilansir dalam Republika.Co.Id, Jakarta -- Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Venetia R. Danes akan melakukan sosialisasi pada pemerintah daerah (pemda) ihwal pemberdayaan keluarga. Hal tersebut merupakan upaya untuk menekan tingginya angka perceraian.
 "Sosialisasi pada pemuda bagaimana mau memberdayakan keluarga agar kekerasan berkurang," kata dia kepada Republika.co.id, Jumat (7/10).

            Masa depan generasi muda, saat ini dirusak secara sistemik. Mereka diserang dari berbagai arah. Benteng terakhir bernama keluargapun tidak mampu melawan arus deras serangan ini. Anak-anak menjadi korban utama. Pola asuh dan proses pendidikan dalam keluarga jelas terganggu. Kualitas kehidupan anak-anak bangsa kian memburuk. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 5 masalah aduan anak terkait perceraian di tahun 2016. (a) Korban hak asuh 86 kasus (b) pelarangan akses bertemu orang tua 193 kasus (c) penelantaran ekonomi 124 kasus (d) anak hilang dan (e) penculikan keluarga. Yang tak terbantahkan, kondisi rapuhnya keluarga sangat berpengaruh pada kualitas generasi. Faktor keluarga adalah faktor utama yang berkontribusi pada semakin banyaknya generasi yang terjerumus penyimpangan perilaku semisal narkoba, geng motor, LGBT dan pergaulan bebas.

            Serangkaian masalah di atas bukan tanpa diskenariokan. Penghancuran keluarga dan pembunuhan karakter generasi muda terutama remaja telah dilakukan secara sistematis. Ideologi kapitalisme yang diemban oleh negeri ini telah memaksa para pengambil kebijakan untuk mengekor budaya apapun yang diemban oleh Negara bapaknya kapitalisme, Amerika Serikat.

Kapitalisme mengancam Ketahanan Keluarga

            kapitalisme mengharuskan setiap anggota keluarga untuk  kerja keras dikarnakan dalam sistem kapitalisme kebutuhan semakin meningkat serta lapangan pekerjaan yang sempit, mebakibatkan perempuan atau seorang ibu turut mengambil beban keluarga dengan cara bekerja di luar rumah. Ketika perempuan bekerja full time sebagaimana para laki-laki, jelas akan membuat keseimbangan dalam keluarga terganggu.  Perempuan memiliki peran dan tanggung jawab sebagai ibu dan pendidik generasi.  Peran sebagai ibu dan pendidik generasi tidak akan dapat tertunaikan dengan optimal, bahkan bisa jadi akan terabaikan.

            Keluarga memiliki  fungsi-fungsi  tertentu, yang dengan berfungsinya keluarga akan membangun masyarakat yang kuat.  Keluarga akan berfungsi dengan baik apabila unsur pembentuk keluarga dapat berjalan dengan optimal. Bila laki-laki sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah keluarga dapat menjalankan perannya dengan baik, dan perempuan sebagai istri yang memiliki peran sebagai istri, ibu dan pendidik generasi  juga dapat menjalankan perannya degan baik, maka fungsi keluarga dapat terwujud dengan baik. 

            Terwujudnya fungsi keluarga akan membuat ketahanan keluarga juga terbentuk kuat.  Ketahanan keluarga yang didefinisikan sebagai Kondisi dinamik sebuah keluarga  yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik-material dan psikis-mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahtraan lahir dan kebahagiaan batin akan dapat terbentuk ketika semua fungsi keluarga dapat berjalan. Pentingnya ketahanan keluarga juga ditekankan oleh  Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.  Beliau menyatakan bahwa kunci utama pencegahan kekerasan terhadap Anak adalah ketahanan keluarga. (www. beritasatu. com/02  Maret 2013).

            Bagi perempuan bekerja, salah satu yang menjadi persoalan penting  adalah bagaimana ibu membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan anak dan penguatan kasih sayang keluarga.  Dengan bertambahnya beban perempuan sebagai pencari nafkah, maka akan muncul persoalan kualitas dan kuantitas pelaksanaan peran utama perempuan.  Oleh karena itu, bekerjanya para perempuan akan membahayakan ketahanan keluarga.

            Ketahanan keluarga adalah satu persoalan yang sangat penting, baik bagi keluarga itu sendiri maupun terhadap bangunan masyarakat.  Oleh karena itu, ketahanan keluarga harus dijaga kekuatannya.  Tumbuh suburnya kapitalisme yang ditopang oleh negara dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara tentu membawa pengaruh bagi setiap keluarga. Kapitalisme yang menjunjung tinggi empat (4) macam kebebasan yaitu kebebasan beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan kepemilikan telah membuat eksistensi sebuah keluarga terancam.

            Bagi perempuan bekerja, salah satu yang menjadi persoalan penting  adalah bagaimana ibu membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan anak dan penguatan kasih sayang keluarga.  Dengan bertambahnya beban perempuan sebagai pencari nafkah, maka akan muncul persoalan kualitas dan kuantitas pelaksanaan peran utama perempuan.  Oleh karena itu, bekerjanya para perempuan akan membahayakan ketahanan keluarga.

            Ketahanan keluarga adalah satu persoalan yang sangat penting, baik bagi keluarga itu sendiri maupun terhadap bangunan masyarakat.  Oleh karena itu, ketahanan keluarga harus dijaga kekuatannya.  Tumbuh suburnya kapitalisme yang ditopang oleh negara dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara tentu membawa pengaruh bagi setiap keluarga. Kapitalisme yang menjunjung tinggi empat (4) macam kebebasan yaitu kebebasan beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan kepemilikan telah membuat eksistensi sebuah keluarga terancam.



 hanya Islam yang mampu  Mengembalikan Fitrah Ibu dan Ketahanan Keluarga dalam menjaga ketahanan nasional

            Mewujudkan ketahanan keluarga sebagai salah satu pilar katahanan masyarakat dan bangsa tidak bisa dibebankan pada kualitas individu dalam memerankan diri di masing-masing keluarganya. Fungsi religi, edukasi, proteksi, ekonomi, sosialisasi, afeksi, reproduksi dan rekreasi mustahil diwujudkan oleh masing-masing keluarga tanpa peran besar negara. Negara diharapkan menyediakan seluruh perangkat dan prasarana agar setiap individu dan setiap keluarga mampu memerankan fungsi-fungsinya secara ideal, tanpa gangguan dan tidak tumpang tindih. Fungsi ekonomi misalnya, bisa terjalan bila negara menopangnya dengan memberikan pendidikan untuk menjelaskan siapa saja pihak yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Negara juga harus menyediakan program dan sarana pelatihan agar individu terampil bekerja, membuka lapangan kerja, memberi kemudahan permodalan dan pengembangan usaha. Negara bahkan dituntut menghapus semua praktik kecurangan di dunia usaha. Karenanya, mengatasi kerapuhan keluarga yang dipicu faktor kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan mendorong lebih banyak kaum ibu untuk bekerja. Justru kebijakan ini akan berlawanan dengan perwujudan fungsi keluarga yang lain yang melibatkan ibu.


            dengan demikian Islamlah satu-satunya agama dan sekaligus peraturan yang kompleks yang mampu mengsejahtrakan semua mahluk terlebih lagi seorang ibu yang memiliki peranan penting dalam keluarga yang akan membangun peradaban yang gemilang bagi agama dan bangsa. dikarnakan didalam Islam telah di atur oleh sang pengcipta sekaligus pengatur yaitu Allah Swt. bahwa Keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu memberikan ketenangan, ketentraman dan kesejukan yang dilandasi oleh iman dan taqwa, serta dapat menjalankan syariat Islam dengan sebaik-baiknya.

            Allah Swt. telah memerintahkan bahwa Setiap keluarga muslim berkewajiban memperkuat ketahanan keluarganya masing-masing. Allah berfirman : Wahai orang-orang yang beriman ! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan  (at-Tahrim : 6).


              walhasil dengan penerapan sisitem islam secara sempurnah dalam tatanan suatu negara maka akan tercipta kesejahtraan dalam kehidupan, dengan demikian maka kodrat seoarang wanita akan terjaga dan dapat terlaksanakan secara optimal. fungsi keluarga akan berjalan dengan optimal dan ketahanan keluarga akan terjaga dengan demikian maka ketahanan nasional pun akan terjaga dengan baik. keluarga yang tangguh akan menghasilkan masyarakat bangsa yang tangguh pula.  wallahu’alam
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar