KELUARGA
SEBAGAI AKTOR UTAMA DALAM MENJAGA
KETAHANAN NASIONAL
secara sosiologis keluarga merupakan lembaga sosial dasar
dari semua lembaga sosial lain yang berkembang. Dalam masyarakat manapun di
dunia, keluarga merupakan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting
dari kehidupan individu. keluarga
merupakan pilar utama dalam menentukan ketahanan nasional, dikarnakan ketahanan
nasional merupakan kekuatan suatu bangsa karena memiliki SDM yang beridentitas
atau berkarakter tertentu yang mampu mencapai cita-cita bangsa dan negara.
keberadaan SDM tersebut berasal dari suatu lembaga sosial dasar dari semua
lembaga sosial lainnya yang berkembang
yaitu keluarga.
ketahanan nasional dalam era
globalisasi
di era
globalisasi, ketahanan nasional terancam, karena tergerus dengan nilai-nilai
liberalisme, kerapuhan dan malapetakah
telah mengancam keluarga indonesia. banyak kasus kekerasan keluarga yang skarang ini terjadi.
keharmonisan dalam rumah tangga pun tidak lagi dirasakan yang artinya bahwa
banyak berita sehari-hari mengenai ketidakharmonisan rumah tangga, bahkan
perceraian sering kali tidak bisa dihindari. di era globalisasi ini perceraian
menjadi suatu tren yang terus meningkat
sehingga indonesia menempati ranking teratas
dengan jumlah perceraian tertinggi di dunia dalam tahun terakhir ini.
setidaknya 40 kasus perceraian terjadi dalam setiap jamnya.dari data tersebut
juga terungkap bahwa sejumlah 70,5 %
adalah gugat cerai dan angka cerai talak adalah 29,5% terus meningkatnya
kasus perceraian tentu berdampak besar bagi masa depan bangsa ini.
Seperti dilansir dalam
Republika.Co.Id, Jakarta -- Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Venetia R.
Danes akan melakukan sosialisasi pada pemerintah daerah (pemda) ihwal
pemberdayaan keluarga. Hal tersebut merupakan upaya untuk menekan tingginya
angka perceraian.
"Sosialisasi pada pemuda bagaimana mau
memberdayakan keluarga agar kekerasan berkurang," kata dia kepada
Republika.co.id, Jumat (7/10).
Masa depan generasi muda, saat ini
dirusak secara sistemik. Mereka diserang dari berbagai arah. Benteng terakhir
bernama keluargapun tidak mampu melawan arus deras serangan ini. Anak-anak
menjadi korban utama. Pola asuh dan proses pendidikan dalam keluarga jelas
terganggu. Kualitas kehidupan anak-anak bangsa kian memburuk. Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 5 masalah aduan anak terkait
perceraian di tahun 2016. (a) Korban hak asuh 86 kasus (b) pelarangan akses
bertemu orang tua 193 kasus (c) penelantaran ekonomi 124 kasus (d) anak hilang
dan (e) penculikan keluarga. Yang tak terbantahkan, kondisi rapuhnya keluarga
sangat berpengaruh pada kualitas generasi. Faktor keluarga adalah faktor utama
yang berkontribusi pada semakin banyaknya generasi yang terjerumus penyimpangan
perilaku semisal narkoba, geng motor, LGBT dan pergaulan bebas.
Serangkaian masalah di atas bukan
tanpa diskenariokan. Penghancuran keluarga dan pembunuhan karakter generasi
muda terutama remaja telah dilakukan secara sistematis. Ideologi kapitalisme
yang diemban oleh negeri ini telah memaksa para pengambil kebijakan untuk
mengekor budaya apapun yang diemban oleh Negara bapaknya kapitalisme, Amerika
Serikat.
Kapitalisme
mengancam Ketahanan Keluarga
kapitalisme mengharuskan setiap
anggota keluarga untuk kerja keras
dikarnakan dalam sistem kapitalisme kebutuhan semakin meningkat serta lapangan
pekerjaan yang sempit, mebakibatkan perempuan atau seorang ibu turut mengambil
beban keluarga dengan cara bekerja di luar rumah. Ketika perempuan bekerja full
time sebagaimana para laki-laki, jelas akan membuat keseimbangan dalam keluarga
terganggu. Perempuan memiliki peran dan
tanggung jawab sebagai ibu dan pendidik generasi. Peran sebagai ibu dan pendidik generasi tidak
akan dapat tertunaikan dengan optimal, bahkan bisa jadi akan terabaikan.
Keluarga memiliki fungsi-fungsi
tertentu, yang dengan berfungsinya keluarga akan membangun masyarakat
yang kuat. Keluarga akan berfungsi dengan
baik apabila unsur pembentuk keluarga dapat berjalan dengan optimal. Bila
laki-laki sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah keluarga dapat menjalankan
perannya dengan baik, dan perempuan sebagai istri yang memiliki peran sebagai
istri, ibu dan pendidik generasi juga
dapat menjalankan perannya degan baik, maka fungsi keluarga dapat terwujud
dengan baik.
Terwujudnya fungsi keluarga akan
membuat ketahanan keluarga juga terbentuk kuat.
Ketahanan keluarga yang didefinisikan sebagai Kondisi dinamik sebuah
keluarga yang memiliki keuletan dan
ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik-material dan psikis-mental
spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup
harmonis dalam meningkatkan kesejahtraan lahir dan kebahagiaan batin akan dapat
terbentuk ketika semua fungsi keluarga dapat berjalan. Pentingnya ketahanan
keluarga juga ditekankan oleh Meneg
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar. Beliau menyatakan bahwa kunci utama
pencegahan kekerasan terhadap Anak adalah ketahanan keluarga. (www. beritasatu.
com/02 Maret 2013).
Bagi perempuan bekerja, salah satu
yang menjadi persoalan penting adalah
bagaimana ibu membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan anak dan penguatan
kasih sayang keluarga. Dengan bertambahnya
beban perempuan sebagai pencari nafkah, maka akan muncul persoalan kualitas dan
kuantitas pelaksanaan peran utama perempuan.
Oleh karena itu, bekerjanya para perempuan akan membahayakan ketahanan
keluarga.
Ketahanan keluarga adalah satu persoalan
yang sangat penting, baik bagi keluarga itu sendiri maupun terhadap bangunan
masyarakat. Oleh karena itu, ketahanan
keluarga harus dijaga kekuatannya.
Tumbuh suburnya kapitalisme yang ditopang oleh negara dalam mengatur
kehidupan bermasyarakat dan bernegara tentu membawa pengaruh bagi setiap
keluarga. Kapitalisme yang menjunjung tinggi empat (4) macam kebebasan yaitu
kebebasan beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan
kebebasan kepemilikan telah membuat eksistensi sebuah keluarga terancam.
Bagi perempuan bekerja, salah satu
yang menjadi persoalan penting adalah
bagaimana ibu membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan anak dan penguatan
kasih sayang keluarga. Dengan
bertambahnya beban perempuan sebagai pencari nafkah, maka akan muncul persoalan
kualitas dan kuantitas pelaksanaan peran utama perempuan. Oleh karena itu, bekerjanya para perempuan
akan membahayakan ketahanan keluarga.
Ketahanan keluarga adalah satu
persoalan yang sangat penting, baik bagi keluarga itu sendiri maupun terhadap
bangunan masyarakat. Oleh karena itu,
ketahanan keluarga harus dijaga kekuatannya.
Tumbuh suburnya kapitalisme yang ditopang oleh negara dalam mengatur kehidupan
bermasyarakat dan bernegara tentu membawa pengaruh bagi setiap keluarga.
Kapitalisme yang menjunjung tinggi empat (4) macam kebebasan yaitu kebebasan
beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan
kepemilikan telah membuat eksistensi sebuah keluarga terancam.
hanya Islam yang mampu Mengembalikan Fitrah Ibu dan Ketahanan
Keluarga dalam menjaga ketahanan nasional
Mewujudkan ketahanan keluarga
sebagai salah satu pilar katahanan masyarakat dan bangsa tidak bisa dibebankan
pada kualitas individu dalam memerankan diri di masing-masing keluarganya.
Fungsi religi, edukasi, proteksi, ekonomi, sosialisasi, afeksi, reproduksi dan
rekreasi mustahil diwujudkan oleh masing-masing keluarga tanpa peran besar
negara. Negara diharapkan menyediakan seluruh perangkat dan prasarana agar
setiap individu dan setiap keluarga mampu memerankan fungsi-fungsinya secara
ideal, tanpa gangguan dan tidak tumpang tindih. Fungsi ekonomi misalnya, bisa
terjalan bila negara menopangnya dengan memberikan pendidikan untuk menjelaskan
siapa saja pihak yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Negara juga harus menyediakan program dan sarana pelatihan agar individu
terampil bekerja, membuka lapangan kerja, memberi kemudahan permodalan dan
pengembangan usaha. Negara bahkan dituntut menghapus semua praktik kecurangan
di dunia usaha. Karenanya, mengatasi kerapuhan keluarga yang dipicu faktor
kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan mendorong lebih banyak kaum ibu untuk
bekerja. Justru kebijakan ini akan berlawanan dengan perwujudan fungsi keluarga
yang lain yang melibatkan ibu.
dengan demikian Islamlah
satu-satunya agama dan sekaligus peraturan yang kompleks yang mampu
mengsejahtrakan semua mahluk terlebih lagi seorang ibu yang memiliki peranan
penting dalam keluarga yang akan membangun peradaban yang gemilang bagi agama
dan bangsa. dikarnakan didalam Islam telah di atur oleh sang pengcipta
sekaligus pengatur yaitu Allah Swt. bahwa Keluarga sakinah adalah keluarga yang
mampu memberikan ketenangan, ketentraman dan kesejukan yang dilandasi oleh iman
dan taqwa, serta dapat menjalankan syariat Islam dengan sebaik-baiknya.
Allah
Swt. telah memerintahkan bahwa Setiap keluarga muslim berkewajiban memperkuat
ketahanan keluarganya masing-masing. Allah berfirman : “Wahai
orang-orang yang beriman ! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia
perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan“ (at-Tahrim : 6).
walhasil dengan penerapan sisitem islam secara sempurnah dalam tatanan
suatu negara maka akan tercipta kesejahtraan dalam kehidupan, dengan demikian
maka kodrat seoarang wanita akan terjaga dan dapat terlaksanakan secara
optimal. fungsi keluarga akan berjalan dengan optimal dan ketahanan keluarga
akan terjaga dengan demikian maka ketahanan nasional pun akan terjaga dengan
baik. keluarga yang tangguh akan menghasilkan masyarakat bangsa yang tangguh
pula. wallahu’alam