Rabu, 08 Februari 2017

Makalah Pembelajaran Matematika SD

Pembelajaran Matematika SD dengan Strategi Pemecahan masalah

  1. Hakikat strategi pembealajaran
Salah satu cara untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran di sekolah adalah memilih atau menetapkan strategi pembelajaran yang resmi dengan kondisi yang diprediksi dapat mempengaruhi hasil belajaran yang akan dicapai oleh siswa. Agar hal ini tercapai guru harus memiliki kemauan dan kemampuan yang memadai untuk mengembangkan atau menetapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pengajaran, seperti karakteristik siswa yang diajar.
Kata strategi berasal dari kata Strategos (Yunani) atau Strategus. Strategos berarti jenderal atai berarti pula perwira Negara (state officer). Jenderal inilah yang bertanggungjawab merencanakan suatu strategi dan mengarahkan pasukannya untuk mencapai kemenangan (Dedikbud; 1999: 40)
Strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of actifities designed to achieves a particular educational goal (J.R. David, 1976) Pengertian Strategi pembelajaran cukup beragam walaupun pada dasarnya sama. Joni (1983) berpendapat bahwa yang dimaksud strategi adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Secara spesifik Sherly (1987) merumuskan pengertian strategi sebagai keputusan-keputusan bertindak yang diarahkan dan keseluruhannya diperlukan untuk mencapai tujuan (Dekdkbud, 1999;40) Dengan demikina strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesaian untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Wina Sanjaya, 2008;126)
Dari pengertian diatas, ada dua hal yang perlu dicermati. Pertama, setrategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemamnfaatan sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah tujuan dari penyusunan langkah-langkah strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh sebab itu sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah roh dari implementasi strategi (Wina Sanjaya, 2008;126)
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegitan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dick and Carey (1985) menyebutkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasi belajar pada siswa.
Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely). Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya (Dick dan Carey). Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper). Tiap tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan. Karena setiap materi dan tujuan pengajaran berbeda satu sama lain, maka jenis kegiatan yang harus dipraktekkan oleh siswa memerlukan persyaratan yang berbeda pula.
Menurut Gropper sesuai dengan Ely bahwa perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan pengajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Ia mengatakan bahwa strategi belajar-mengajar ialah suatu rencana untuk pencapaian tujuan. Strategi belajar-mengajar terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin siswa betul-betul akan mencapai tujuan, strategi lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran.
Titik tolak untuk penentuan strategi belajar-mengajar tersebut adalah perumusan tujuan pengajaran secara jelas. Agar siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara optimal, selanjutnya guru harus memikirkan pertanyaan berikut: “Strategi manakah yang paling efektif dan efisien untuk membantu tiap siswa dalam pencapaian tujuan yang telah dirumuskan?” Pertanyaan ini sangat sederhana namun sukar untuk dijawab, karena tiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda. Tetapi strategi memang harus dipilih untuk membantu siswa mencapai tujuan secara efektif dan produktif.
  1. Pertimbangan pemilihan strategi pembelajaran
Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampan baru. Ketika kita berfikir informasi dan kemampuan yang akan di miliki siswa, maka secara otomatis akan berfikir strategi apa yang akan diberikan kepada siswa, agar dapat tercapai sesuai dengan tujuan belajar secara efektif dan efisien.
Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan, ada bebrapa pertimbnagan yang harus diperhatikan, yaitu; pertimbangan dengan tujuan yang ingin dicapai, pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran, pertimbangan dari sudut siswa, dan pertimbngan lain yang dapat dipertimbangankan (Wina Sanjaya, 2008;130)
  1. Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran
Prinsip umum dalam penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Setiap strategi memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda antara strategi satu dengan yang lain. Hal ini seperti dikemukakan oleh Klien (1998); no teaching strategy is better thanother In allircumtanse, so you have to be able use a variety of teaching strategies, and make rational decisions about when each of the teaching strategies is likely to most effective.
Bahawa seorang guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Oleh sebab itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pembelajaran sebgai berikut; berorientasi pada tujuan, integritas, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan motivasi (Wina Sanjaya, 2008;131-135)
  1. Strategi pembelajaran pemecahan masalah
Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahwa penerapan strategi yang dipilih dalam pengajaran matematika haruslah bertumpu pada dua hal, yaitu optimalisasi semua unsur pembelajaran, serta optimalisasi keterlibatan seluruh indra siswa(Tim MKBM:2001;60)
Pemecahan masalah adalah proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya. Suatu model yang dapat dijadikan dasar untuk proses pemecahan masalah adalah model empat tahap yang diusulkan oleh George Polya dalam Hudoyo (1988), yaitu; memahami masalah, membuat rencana untuk menyelesaikan masalah, maksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua, dan memeriksa ulang jawaban yang diperoleh (Nyimas Aisyah, dkk, 2007;5-10) .
1) Konsep dasar dan karakteristik Strategi Pembelajaran Masalah
Diartikan sebagai rangkaian aktifitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Terdapat tiga ciri utama yaitu; pertama, merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran artinya dalam implementasinya ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa, kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah, yang menempatkan masalah sebagai kunci dari proses pembelajaran, ketiga, pemecahan masalah menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah (Wina Sanjaya, 2008; 114-115). Strategi pemecahan masalah dapat diterapkan:
a. Manakalah guru mengharapkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran, tetapi menguasai dan memahami secara penuh.
b. Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berfikir rasional siswa.
c. Manakalah guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa.
d. Jika guru menginginkan mendorong siswa untuk lebih bertanggungjawab dalam belajarnya.
e. Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupanya (hubungan antara teori dengan kenyataan)
2) Hakikat masalah dalam strategi pembelajaran masalah
Menurut Wina Sanjaya (2008), Hakikat masalah dalam strategi pembelajaran pemecahan masalah adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Oleh karena itu, materi atau topik tidak terbatas pada materi pelajaran yang bersumber dari buku saja, akan tetapi dapat pla bersumbe dari peristiwa-peristiwa yang terjadi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
3) Kriteria pemilihan bahan pelajaran dalam strategi pembelajaran masalah;
a. Bahan pelajaran harus mengandung isu-isu yang mengandung konflik
b. Bahan yang dipilih adalah bahan yang familiar dengn siswa, sehingga siswa dapat mengikutinya dengan baik
c. Bahan ysng dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak, sehingga terasa bermanfaat.
d. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kirikulum
e. Bahan yang dipilih sesuai dengan miniat siswa sehinggga setiap siswa merasa perlu mempelajarinya.
4) Macam-macam strategi pemecahan masalah matematika
Menurut Reys (1978) dan buku pengembangan pembelajaran matematika SD, disebutkan beberapa macam strategi pemecahan masalah yaitu:
a. Beraksi (Act It Out)
Strategi ini menuntut untuk melihat apa yang ada dalam masalah dan membuat hubungan antar komponen dalam masalah menjadi jelas melalui serangkaian saksi fisik atau manipulasi objek. Penggunaan manipulasi objek agar hubungan antar komponen dalam permasalahan menjadi jelas.
b. Membuat gambar atau diagram
Strategi ini digunakan untuk menyederhanakan masalah dan memperjelas hubungan yang ada. Untuk membuat gambar atau diagram ini, tidak perlu membuatnya detail tetapi cukup yang berhubungan dengan permasalahan yang ada.
c. Mencari pola
Pada prinsipnya, strategi mencari pola ini sudah dikenal sejak di Sekolah Dasar. Untuk memudahkan memahami permasalahan, siswa sering kali diminta untuk membuat tabel dan kemudian menggunakannya untuk menemukan pola yang relevan dengan permasalahan yang ada.
d. Membuat tabel
Strategi ini ini membantu mempermudah siswa untuk melihat pola dan memperjelas informasi yang hilang. Dengan kata lain strategi ini sangat membantu dalam mengklasifikasikan dan menyusun informasi atau data dalam jumlah besar.
e. Menghitung semua kemungkinan secara sistematis
Strategi ini sering digunakan bersama-sama dengan strategi mencari pola dan membuat tabel, karena kadang kala tidak mungkin untuk mengidentifikasi seluruh kemungkinan himpunan penyelesaian. Dalam kondisi demikian, dapat menyederhakan dengan mengkategorikan semua kemungkinan kedalam beberapa bagian. Namun, jika memungkinkan kadang-kadang perlu mengecek atau menghitung semua kemungkinan jawaban.
f. Menebak dan menguji
Strategi menebak yang terdidik ini didasarkan pada aspek-aspek yang relevan dengan permasalahan yang ada, ditambah pengetahuan dari pengalaman sebelumnya. Hasil tebakan tentu saja harus diuji kebenaranya serta diikuti oleh sejumlah alasan yang logis.
g. Bekerja mundur
Strategi ini sangat cocok untuk menjawab permasalahan yang menyajikan kondisi atau hasil akhir dan menayakan sesuatu yang terjadi sebelumnya.
h. Mengidentifikasi informasi yang didinginkan, diberikan, dan diperlukan.
Strategi ini membentu menyortir informasi dan memberi pengalaman dalam merumuskan pengalaman. Dalam hal ini perlu menentukan permasalahan yang akan dijawab, menyortir informasi-informasi penting untuk menjawabnya, dan memilih langkah-langkah penyelesaian yang sesuai dengan soal.
i. Menulis kalimat terbuka
Strategi ini dapat melihat hubungan antara informasi yang diberikan dan yang dicari. Untuk menyederhanakan permasalahan, dapat menggunkan variabel-veriabel sebagai pengganti kalimat dalam soal.
j. Menyelesaikan masalah yang lebih sederhana atau serupa
Suatu masalah yang rumit dapat diselesaikan dengan cara menyelesaikan masalah yang serupa tetapi lebih sederhana.
k. Mengubah pandangan
Strategi ini dapat digunakan setelah beberapa strategi lain telah dicoba tanpa ada hasilnya (Nyimas Aisyah, dkk, 2007;11-16).
Jika diperhatikan secara seksama antara strategi satu dengan yang lainya adalah selalu berkaitan dan berhubungan dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematika. Bahkan dalam satu soal pemecahan masalah matematika dapa menggunakan lebih dari satu strategi. Untuk memilih strategi manakah yang paling tepat digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan, diperlukan suatu keterampilan dan langkah-langkah secara rinci.
5) Langkah-langkah strategi pemecahan masalah
Di dalam pembelajaran matematika, terutama tentang pembelajaran pemecahan masalah, ada seorang tokoh yang sangat dikenal, yakni Georg Polya. Polya menyarankan model 4 langkah pemecahan masalah sebagai strategi umum yang perlu dilakukan dalam pembelajaran melalui pemecahan masalah. Keempat langkah itu adalah:
a. Memahami masalahnya
b. Menyusun rencana yang bisa dipakai untuk memecahkan masalah
c. Menjalankan rencana
d. Melihat kembali atau melakukan refleksi terhadap selesaian yang diperoleh.
Di kelas, empat langkah ini dikenal nama macam-macam, antara lain: “SEE – PLAN – DO – CHECK” atau “KENALI – SUSUN RENCANA – LAKUKAN – PERIKSA KEMBALI”. Kemampuan pemecahan masalah ini akan terbantu perkembangannya kalau dalam diri siswa dipenuhi dengan berbagai macam strategi pemecahan masalah (Usaid;2006).
Secara garis besar langkah-langkah stratrgi pemecahan masalah masalah mengacu pada empat tahap pemecahan masalah yang diusulkan oleh Geoege Polya, yaitu:
a. Memahami masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalah dan apa yang ditanyakan. Beberapa pertanyaan yang perlu dimunculkan kepada siswa untuk membantunya dalam memahami masalah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut, antara lain;
1. Apakah yang diketahui dari soal?
2. Apakah yang ditanyakan soal?
3. Apa saja informasi yang diperlukan?
4. Bagaimana akan menyelesaikan soal?
b. Membuat rencana untuk menyelesaikan masalah
Pada langkah ini, siswa diarahkan untuk dapat mengidentifikasi strategi-strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk memecahkan masalah. Dalam mengidentifikasi strategi-pemecahan masalah ini, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah strategi tersebut berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan.
c. Melaksanakan penyelesaian soal
Siswa diarahkan menyelesaikan soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Pada langkah ini kemampuan siswa dalam memahami substansi dan keterampilan siswa dalam melakukan perhitungan matematika akan sangat membantu siswa dalam melaksanakan langkah kedua ini.
d. Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh
Pada langkah ini penting dilakukan untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontradiksi dengan yang ditanya. Pada tahap ini ada empat langkah penting yang dapat dijadikan pedoman untuk melaksanakan langkah ini;
1. Mencocokan hasil yang diperoleh dengan hal yang ditanya
2. Menginterpretasikan jawaban yang diperoleh
3. Mengidentifikasi adakah cara lain untuk mendapatkan penyelesaian masalah
4. Mengidentifikasi adakah jawaban atau hasil lain yang memenuhi
John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan amerika yang dikutip Wina Sanjaya (2006:217) menjelaskan 6 langkah strategi pembelajaran bebasis masalah yang kemudian dinamakan metode pemecahan masalah (Problem Solving), yaitu;
1. Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa dalam menentukan masalah yang akan dipecahkan.
2. Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang
3. Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan bebagai kemungkinan pemecahan yang sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
4. Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah
5. Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengembil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan
6. Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan
Referensi
Depdikbud, (1999), Strategi Belajar Mengajar, Departemen pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar
_________, (2006), Panduan Pembalajaran untuk SD/SM, SMP/MTs/SMA/MA, Jakarta
Heruman, (2007), Model Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar, Pt. Rosda Karya Bandung
Inisiasi Pengembangan Matematika SD, Teori Belajar Bruner, www.depdiknas.go.id
Nana Sudjana, 1986, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar baru Algasindo, Bandung
Tim MKPBM Jurusan Matematika, (2001), Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, JICA-UPI: Bandung
Wina Sanjaya, (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar ProsesPendidikan, Kencana, Predana Media Group Jakarta
Zaenurie, Artikel Cara Sesorang Mendapat Pengetahuan Dan Implikasinya Terhadap Pembeklajaran Matematika, 26 Oktober 2007, /Www.Depdiknas.Go.Id

contoh makalah matematika

Makalah Matematika


BAB I
PENDAHULUAN
1.1             Latar belakang masalah
Matematika merupakan salah satu pelajaran pokok yang di ujikan dalam  Ujian Nasional untuk itu matematika salah satu mata pelajaran yang wajib di pelajari, dan matematika merupakan permasalahan dunia sehingga matematika tidak  hanya berkaitan dengan angka .Untuk itu banyak sekali bidang kajian yang di pelajari di program  studi matematika, bagi anda yang ingin melatih daya nalar dan kemampuan mengalisa, program studi ini media yang tepat untuk mengembangkan diri, melalui program  studi ini, anda juga akan mengetahui manfaat matematika dalam kehidupan sehari- hari misaya masalah- masalah yang bebrkaitan dengan telekomukasi asuransi dan perbankan, keuangan dan pengkodean, kendali, stabilisasi, optimisasi dll.
Memang pelajaran matematika  di anggap sebagian sebagian siswa sebagai pelajaran yang sangat sulit, bahkan  kadang ada yang membenci  pelajaran matematika. Untuk itu sebagian orang matematika  untuk itu sebagian  orang  matematika di anggap sebagi musuh yang sulit di takhlukkan  sehingga para pelajar yang membenci pelajaran matematika ini sebagian mendapat  nilai di bawah KKM, namun dengan adanya kesadaran guru pelajaran matematika di MAN (_________) ini menggunaka Remidial untuk memberikan perbaikan nilai siswa di bawah KKM
Namun tidak semua siswa membenci pelajaran matematika  bahkan ada yang menyukai terhadap pelajaran ini hingga mengibaratkan  sehari tanpa matematika dunia secara sunyi tak berpenghuni karena mereka menganggap rumus- rumus itu adalah
Nyanyian dan mereka bangga sehingga tidak heran jiaka siswa yang menyukai pelajaran ini mampu memperoleh nilai di atas KKM
1.2             Rumusan masalah
Masalah yang terjadi dapat di rumuskan sebagai berikut :
1. Apa sebabnya siswa kelas xc pada pelajaran  matematika ini mendapatkan di bawah  KKM?
2. Apa sebabnya siswa kelas xc pada pelajaran  matematika ini mendapatkan di atas  KKM?
1.3             Tujuan penelitian
                  Penelitian ini bertujuan untuk :
2.      Mengetahui Penyebab siswa kelas XC pada pelajaran  matematika ini mendapatkan di bawah  KKM?
1.4             Rancangan masalah
Penelitian ini menggunakan data dengan metode wawancara  dengan guru yang sesuai bidang studi, dan data yang valid dari petugas TU MAN (_________).
1.5     Data
Hasil yang di peroleh dari penelitian ini berupa:
1.      Daftar nilai kognitif
2.      Daftar nilai psikomotorik
3.   Daftar nilai afektif
4.      Hasil wawancara
 
BAB II
KAJIAN TEORI
Matematika berasal dari bahasa yunani kuno yang berarti pengkajian, pembelajaran ilmu yang ruang lingkupnya menyempit dari arti teknisnya  menjadi  “pengkajian  matematika , bahkan demikian juga pada jaman kuno. Matematika meliputi,  studi besaran , struktur ruang dan perubahan, dan matematikawan mencari pola, merumuskan  konjektur baru dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksloma – aksloma dan definisi- definisi  yang bersesuaian.
Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan perhitungan pengukuran dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan lpergerakan  manusia semenjak adanya rekaman tertulis . Argumentasi kaku pertama muncul di dalam matematika Yunani, matematika selalu berkembang  misalnya  di cina pada tahun 300 SM di India pada tahun 100 M dan di arap pada tahun 800 M . Sekarang matematika dapat di gunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik kedokteran/ medis dan ilmu sosial seperti ilmu ekonomi dan psikologi.
Definisi matematika menurut  para matematikawan sebagai berikut:
1.      Carl Friedrich gauss mengatakan  matematika sebagai Ratunya il mu pengetahuan”, di dalm bahasa aslinya latin” regina scientiarum, jugadi dalam bahasa jerman konighnder Wissentiarum, juga di dalam bahas a  jerman konighnder wissenschaften, kata yang  bersesuaian dengan  ilmu pengetahuan, berarti (lapangan) penegetahuan, Jelas inipun arti asli di dalam bahasa inggris dan tiada keraguan bahwa pengkhukusan yang mempersempit makna menjadi ilmu pengetahuan alam adalah dimasa terkemudian. Bila seseorang memandang ilmu pengetahuan hanya terbatas pada dunia fisika maka matematika sekurang- kurangnya matematika murni , bukan ilmu Pengetahuan.
2.      Albert Einstein mmenyatakan bahwa “ Sejauh hukum- hokum matematika merujuk pada kenyataan “ maka mereka tidaklah pasti dan sejauh mereka pasti  mereka tidak merujuk kepada kenyataan.
3.      Karl Popper menyimpulkan bahwa, sebagian besar teori matematika seperti halnya fisikA dan biolgi adalah hipotis, deduktife, oleh karena itu matematika menjadi lebih dekan dengan ilmu pengetahuan alam hipotetis, hiippotisnya adalah konjekture (dugaan) lebih dari sebagai hal yang baru
4.      Benjamin poirce menyebutkan matematika sebagai “ ilmu yang menggambarkan simpulan – simpulan yang penting
Pendapat- pendapat para matemikawan terhadap matematika sebagai ilmu pengetahuan ini adalah beraneka ragam .Banyak matematikawan merasa bahwa untuk menyebut wilayah mereka sebagai ilmu pengetahuansama saja dengan menurunkan kadar kepentingan sisi estetikanya dan sejarahnya di dalam tujuh seni liberal tradisional yang lainya merasa bahwa pengabdian pranata ini dengan ilmu pengetahuan sama saja dengan memutar- memutar mata yang buta terhadap fakta bahwa antar muka antar matematika dan penerapanya di dalam ilmu pengetahuan dan rekayasa telah  mengemudikan  banyak pengembangan di dalam matematika. Namun banyak filosof yakin bahwa matematika tidaklah terpalsukan berdasarkan percobaan dan dengan demikian bukanlah kilmu pengetahuan perdefinisi:

Bidang- bidang matematika terdiri dari :
1.      Besaran
Pengkaajian besaran di mulai dengan bilangan , pertama bilangan asli dan bilangan bulat dan loperasi aritmatika di ruang bilangan itu.
2.      Ruang
Pengkajian ruang bermula pada kajian geometri: khususnya geometri euloid
3.      Perubahan
Memahami dan menjelaskan perubahan adalah tema biasa di dalam kilmu Apengetahuan alam , dan kalkulus telah berkembang sebagai alat yang penuh daya untuk menyelidikinya
. Fungsi- fungsi muncul di sini sebagaikonsep penting untuk menjelaskanbesaran yang berubah
4.      Struktur
Banyak objek matematika semisal  bilangan  dan fungsi, memamerkan struktur bagian dalam
 
BAB III
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
3.1 Nilai  kognitif mata pelajaran  Matematika
Tabel 1
Daftar Nilai Matematika Kelas XC Semester 1 Dapat Terlihat  dalam Table Berikut:
NO
NAMA SISWA
NILAI
1
Adi Chandra
69
2
70
3
72
4
72
5
72
6
72
7
70
8
70
9
69
10
70
11
70
12
70
13
70
14
70
15
70
16
70
17
71
18
70
19
70
20
70
21
70
22
72
23
70
24
70
25
70
26
70
27
70
28
70
29
70
30
69
31
70
32
70
3.2  Nilai  Psikomtorik Mata Pelajaran  Matematika
Tabel 2
Daftar Nilai Matematika Kelas XC Semester 1 Dapat Terlihat  dalam Table Berikut:
NO
NILAI
1
69
2
70
3
70
4
70
5
70
6
71
7
70
8
70
9
70
10
70
11
69
12
70
13
70
14
72
15
70
16
70
17
70
18
70
19
70
20
70
21
70
22
72
23
70
24
70
25
70
26
70
27
71
28
70
29
70
30
70
31
70
32
70
3.3  Nilai  Afektif  Mata Pelajaran  Matematika
Tabel 3
Daftar Nilai Matematika Kelas XC Semester 1 Dapat Terlihat  dalam Table Berikut:
NO
NILAI
1
B
2
B
3
B
4
B
5
B
6
B
7
B
8
B
9
B
10
B
11
B
12
B
13
B
14
B
15
B
16
B
17
B
18
B
19
B
20
B
21
B
22
B
23
B
24
B
25
B
26
B
27
B
28
B
29
B
30
B
31
B
32
B
3.4.  Hasil wawancara
            Prestasi siswa aliyah negeri (_________) mata pelajaran matematika dari  tahun ke tahun mengalami pasang surut , ada siswa yang mendapat nilai di atas KKM dan ada pula siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, namun bagi siswa yang mendapat nilai di bawah KKM  selalu di beri tugas dan di adakan remidi untuk penambahan niai agar siswa tersebut mampu mencapai nilai sesuai standarisasi KKM.
Walau sebenarnya ada nilai di bawah KKM namunn ada catatan guru nilai tersebut sudah di akumulasi dan di tambah dengan nilai remidi sehingga dalam daftar nilai tidak ada siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, bagi siswa yang pandai cukup bangga dengan nilai yang di  capai sehingga siswa tersebut tidak perlku mngadakan remidi.
3.5  Penyebab siswa memperoleh nilai di bawah dan dengan atas  KKM
3.5.2.  Kelemahan siswa yang mendapat nilai di bawah KKM
Bagi siwa yang kurang minat atau tidak bisa dengan pelajaran matematika sering sekali mendapat nilai di bawah KKM , namunn dengan adanya remidi dan tugas tambahan dari guru siswa tersebut mampu menutup nilai kekurangan itu, karena remidi dan tugas tambahan itu adalah suasana yang di lakukan guru agar siswa tersebut mendapat nilai tambahan dan mampu menambah kekurangan nilai tersebut. Sehingga dalam catatan daftar nilai tidak ada istilah siswa mendapat nilai di bawah KKN.
3.5.2. Keunggulan siswa yang mendapat  nilai di atas KKM
        Sebagian siswa mampu memperoleh nilai di atas KKM siswa ini rajin dan memiliki kelebihan dalam pelajaran matematika ini. Siswa tersebut juga sangat senang bahkan  senang sekali terhadap manta pelajaran matematika, takhenti- hentinya  mencoba mengerjakan  mengerjakan latihan- latihan soal sampai siswa ini benar- benar mampu mengerjakan  soal yang di hadapinya ketelatenan dan keuletan siswa ini mampu menempuh nilai hingga di atas KKM. Di  waktu senggangpun siswa ini menyisakan waktu  senggangnya untuk mencoba  soal- soal dan pada waktu  pelajaran siswa  ini aktif bertanya yang belum di mengerti  dan selalu aktif mengerjakan soal- soal yang di sajikan . Tak heran jika nilai tersebut berhasil mencapai nilai tinggi mencapai di atas KKM
 
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
            Dalam pelajaran matematika sebagian  siswa ada yang mendapat nilai  di bawah nilai KKM itu di sebabkan karena adanya faktor  kurang minat dan sulitnya pelajaran matematika. Namun adanya remidi dan tugas dari guru  siwa tersebut mampu   menutupi nilai nilai kekurangan itu  karena remidi dan tugas  dari guru siswa  tersebut mampu menutupi nilai  kekurangan itu karena remidi  dan tugas tambahan itu  tambahan itu adalah  csarana yang di lakukan guru agar  siswa tersebut   mendapat nilai tambahan  dan mampu menambah kekurangan nilai tersebut . Sehingga  dalam catatan  daftar nilai tidak ada istilah siswa mendapat nilai  di bawah KKM.
            Namun bagi siswa  yang aktif dan rajin sebagian siswa ini bahkan mampu memperoleh  nilai  di atas KKM, Dalam pelajaran Matematika ini dan juga faktor lain di karenakan siswa ini juga senang terhadap pelajaran matematika. Siswa ini tak henti- hentinya mencoba sampai benar- benar bisa  dan mengerti terhadap soal soal yang di sajikan. Ketelatenan dan ketelitian siswa ini mampu menempuh nilai hingga di atas KKM. Bahkan di waktu senggang siswa ini mampu mengerjakan soal dan waktu pelajaran berlangsung siswa ini aktif bertanya yang belum dimengerti. Maka tak heran jika siswa tersebut berhasil mencapai nilai tinggi.
4.2   Saran
Mengingat pentingnya pelajaran Matematika karena Mtematika termasuk pelajaran yang di ujikan dalam  Ujian Nasional untuk  itu penulis menyarankan bagi mereka yang mendapat nilai di bawah KKM untuk:
1.      Siswa harus rajin berlatih berhitung agar mendapat nilai yang maksimal.
2.      Berlatih mengerjakan soal-soal.
3.      Selalu aktif dalam pembelajaran Matematika.
4.      Mengerjakan tugas yang di berikan dan rajin belajar.
Karena kita tidak ada ruginya dalam belajar Matematika dan juga untuk mendapatkan nilai yang kita inginkan  dan juga jika kita mau berlatih dan berusaha  semua kata sulit  itu bisa di atasi, tingkatan prestasi dan belajar andadalam pelajaran matematika.